​Homotherium Kerajaan : Animalia

​Homotherium


Kerajaan : Animalia

Filum       : Chordata

Kelas       : Mammalia

Ordo        : Carnivora

Famili      : Felidae

Subfamili: Machairodontinae

Suku        : Homotherini

Genus     : Homotherium (Fabrini, 1890)

Spesies:

- H. aethiopicum

- H. crenatidens

- H. crusafonti

- H. hadarensis

- H. idahoensis

- H. ischyrus

- H. johnstoni

- H. latidens

- H. moravicum

- H. nestianus

- H. nihowanensis

- H. sainzelli

- H. serum

- H. ultimum

- H. venezuelensis


Masa hidup: Kala Pliosen-Pleistosen (5 juta-10.000 tahun lalu)

Lokasi: Afrika, Eurasia, Amerika Utara dan Selatan

Ukuran: 1,7 m (panjang), 1,1 m (tinggi), 150-225 kg (berat)

Arti nama: "Hewan buas sama/serupa"


Homotherium adalah sejenis kucing bergigi pedang yang hidup di seluruh benua di dunia (kecuali Australia dan Antartika) sepanjang Kala Pliosen hingga Kala Pleistosen, dan bertahan hidup selama 5 juta tahun.


Kucing besar ini dijuluki "scimitar-toothed cat" dalam bahasa Inggris, yang berarti "kucing bergigi pedang scimitar". Ia mendapat julukan tersebut karena gigi taringnya yang melengkung ke belakang seperti pedang scimitar (pedang lengkung).


Homotherium berukuran sebesar seekor singa jantan modern, dengan tinggi sekitar 1 meter dan berat lebih dari 200 kg. Dibandingkan dengan jenis kucing bergigi pedang lain, Homotherium memiliki taring yang lebih pendek, namun masih lebih panjang dan tajam daripada taring yang dimiliki jenis kucing modern. Selain itu, ia juga memiliki gigi seri yang sangat kuat, dan tengkorak yang lebih panjang dari Smilodon.


Ciri lain yang membedakan Homotherium dengan jenis kucing besar lain, adalah proporsi anggota geraknya. Kaki depannya lebih panjang daripada kaki belakangnya, memberikan postur tubuh yang lebih mirip hyena daripada kucing.


Panggulnya menyerupai panggul beruang, dan ekornya pendek. Selain itu, ia juga memiliki lubang hidung yang besar dan berbentuk persegi, seperti pada cheetah. Hal ini menyimpulkan bahwa Homotherium memiliki otak yang kompleks sehingga ia dapat melihat dengan baik saat siang hari, bukannya malam seperti kebanyakan jenis kucing lain.


Homotherium merupakan salah satu jenis kucing bergigi pedang paling terkenal dan tersukses selain Smilodon atau Megantereon. Ia pertama kali muncul sekitar 5 juta tahun yang lalu dan dipercaya berevolusi dari Machairodus (sejenis kucing besar bergigi pedang lain).


Pada Kala Pleistosen, belasan spesies Homotherium muncul dan menyebar ke Eurasia, Afrika, dan Amerika Utara. Bahkan, satu spesies diketahui menyebar hingga ke Venezuela, Amerika Selatan. Bersama Smilodon, ia dipercaya mampu mencapai Amerika Selatan setelah terbentuknya jembatan darat Panama yang menyatukan Amerika Utara dengan Amerika Selatan yang terisolasi.


Homotherium mulai mengalami kepunahan sekitar 1,5 juta tahun yang lalu, tepatnya di Afrika. Namun, spesies-spesies di Eurasia berhasil bertahan hidup hingga 30.000 tahun yang lalu. Spesies Homotherium terakhir mengalami kepunahan di Amerika Utara sekitar 10.000 tahun yang lalu, bersama dengan banyak jenis megafauna lain.


Di Amerika Utara, fosil Homotherium yang ditemukan jauh lebih sedikit daripada fosil kerabatnya yang lebih terkenal, Smilodon. Hal ini mungkin disebabkan karena Homotherium lebih suka mendiami wilayah pegunungan dan dataran tinggi yang dingin daripada stepa dan padang rumput yang lebih hangat.


Ada satu spesies Homotherium yang diketahui hidup di Indonesia, tepatnya di paparan Sunda (Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan sekitarnya). Berdasarkan pada bukti fosil yang ditemukan oleh von Koenigswald di Jawa, spesies tersebut adalah Homotherium ultimum. Ini membuatnya menjadi salah satu dari tiga jenis kucing bergigi pedang yang pernah hidup di Indonesia, bersama dengan Hemimachairodus dan Megantereon.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ajack anjing hutan asli Jawa Gunung KAWI

Acara setonan dan rampogan macan

Daftar satwa yang dilindungi telah diperbaharui Berikut daftarnya