SEPINTAS MENGENAL SI BURUNG HANTU ASLI INDONESIA
SEPINTAS MENGENAL SI BURUNG HANTU.
Burung hantu telah lama dikenal masyarakat Indonesia. Burung ini memiliki banyak sebutan di Jawa misalnya disebut darès atau manuk darès, di Sulawesi dikenal dengan nama Manguni.
Pada jaman dahulu burung ini erat dikaitkan dengan berbagai mitos burung hantu dan hal-hal yang berbau mistik seperti pertanda akan ada orang yang mati bila ada burung hantu hinggap diatas rumah seseorang sampai burung hantu dianggap sebagai jelmaan setan maupun dukun-dukun santet.
Sebaliknya di dunia barat mereka justru dianggap sebagai simbol kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan. Karena wajahnya yang tampak selalu serius dan matanya yang selalu menatap secara fokus serta lebih banyak diam ketimbang bersuara yang mengartikan mereka lebih banyak mendengar ketimbang bersuara sehingga menggambarkan kehati-hatian dan kecerdasan. Mereka juga terkenal sangat sabar dalam mengintai dan memburu mangsanya. Pada kenyataannya burung hantu mampu mengintai mangsanya berlama-lama dan tidak akan menyerang mangsanya sebelum mereka merasa benar-benar yakin bahwa sekali serang akan berhasil menyergap mangsanya.
Dinamakan burung hantu karena umumnya mereka lebih sering dijumpai dimalam hari ketika suasana gelap gulita. Dan cara terbangnya yang tak bersuara menyebabkan kehadirannya seolah tiba-tiba dan tanpa suara, bertengger didahan pohon yang gelap dan rimbun menyebabkan mereka dianggap seperti hantu yang tak diketahui dari mana arah datangnya. Termasuk pula suara mereka yang hanya terdengar sesekali namun terasa aneh dan menyeramkan untuk didengar ditengah malam dalam suasana sepi dan gelap, kesemuanya membuat mereka akhirnya disebut burung hantu.
Dalam dunia ilmu pengetahuan menurut MacKinnon dkk, burung hantu dikelompokan kedalam Ordo Strigiformes. Ordo ini terdiri dari dua suku (famili), yaitu :
1).Tytonidae atau suku burung hantu serak yang diluar negeri dikenal pula dengan sebutan burung hantu gudang / barn owl yang umumnya berwajah oval berbentuk hati dan ;
2). Strigidae atau suku burung hantu sejati yang umumnya berwajah bulat dan beberapa diantaranya memiliki bulu-bulu disekitar kepala yang seolah-olah tampak seperti tanduk.
Burung hantu ini termasuk golongan burung buas atau kelompok hewan karnivora yaitu hewan pemakan daging. Karena kebiasaannya makan daging dari mangsanya, maka mereka disebut pula sebagai burung pemangsa.
Selain itu mereka sering disebut pula sebagai raptor yang bermakna sebagai pemburu binatang lain yang ganas, yang memiliki tiga ciri anatomi yang khas yaitu :
1). Kaki yang kuat dengan cakar yang sangat tajam ;
2). paruh melengkung yang kuat dan tajam, serta ;
3). Penglihatan yang tajam.
Selain itu mereka dikenal pula sebagai hewan ataupun burung malam yang disebut nokturnal karena sebagian besar aktifitas hidupnya dilakukan pada malam hari.
Penyebaran burung hantu merata hampir disemua belahan dunia. Seluruhnya diperkirakan terdapat sekitar 250 spesies diseluruh dunia. Dan sekitar 54 jenis diperkirakan hidup di Indonesia.
Sejatinya, burung hantu sangat bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.
Didalam ekosistem mereka berkedudukan sebagai top predator atau predator puncak dalam rantai makanan. Kedudukanya itu berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa utamanya yaitu tikus. Karenanya mereka adalah penjaga keseimbangan ekosistem.
Terhadap manusia burung hantu memiliki hubungan simbiosis mutualisme dimana sebagai pemangsa utama dari hewan pengerat kecil yaitu tikus, mereka sangat bermanfaat dalam membasmi hama tikus di lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Penggunaan burung hantu sebagai pengendali populasi tikus lebih efektif dan efisien ketimbang menggunakan racun atau sistem gropyokan (sistem perburuan tikus yang melibatkan banyak petani secara bersama-sama dan serempak dilahan pertanian).
Pada lahan-lahan pertanian dan perkebunan sepasang burung hantu diperkirakan sanggup menjaga sekitar 25 hektar lahan pertanian. Setiap malamnya seekor burung hantu mampu memangsa 3 hingga 5 ekor tikus sawah dewasa, atau sekitar 1000 hingga 1800-an ekor tikus pertahun.
Komentar
Posting Komentar